Tampilkan postingan dengan label PHP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PHP. Tampilkan semua postingan
Rabu, 12 September 2012
PHP konversi bilangan
ini yang pertama , guys.
<!--
To change this template, choose Tools | Templates
and open the template in the editor.
-->
<!DOCTYPE html>
<?php
if(isset($_POST['submit'])){
$nama=$_REQUEST['nama'];
if(isset($_POST['gender'])){
$gender=$_REQUEST['gender'];
}
else{
$gender='';
}
$cek='';
}
else{
$nama='';
$gender='';
$cek="Lengkapi dulu!!";
}
?>
<html>
<head>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=UTF-8">
<title></title>
<style type="text/css">
#form-wrap {
background: url('TheBestWallpapers0422.jpg') no-repeat;
}
#form {
width: 400px;
height: 400px;
font-size: 40px;
margin: 20px auto;
background:none;
}
#submit {
width: 100px;
cursor: pointer;
;
}
#submit:hover {
background: grey;
}
</style>
</head>
<center>
<body id="form-wrap">
<center>
<center>
<font face="algerian" color="Black" size="6"><b><h1>
<?php echo $cek ?></h1>
</b>
</font>
</center>
<center>
<form action="konversivalidasi.php" method="post" name="form1" id="form">
<font face="times new roman"><p>
Nama : <input type="text" placeholder="nama" name="nama" value="
<?php echo $nama ?>"/></p>
<p>
Jenis Kelamin : <br><input type="radio" name="gender" value="L"
<?php ($gender=="L")? print 'checked=""': print ''; ?>/>
Laki-Laki<br>
<input type="radio" name="gender" value="p"
<?php ($gender=="P")? print 'checked=""': print ''; ?> />
Perempuan</p>
<center>
<input type="submit" name="submit" value="Submit" id="submit"/>
</center>
</font>
</form>
</center>
<?php
if(isset($_POST['submit'])){ //apakah data ter-submit?
/*membuat variabel untuk menyimpan data yan dikirim*/
$nama=$_REQUEST['nama'];
if(isset($_POST['gender'])){
$gender=$_REQUEST['gender'];
}
else{
$gender='';
}
//cek apakah data yang dikirim tidak kosong
if($nama=='' || $gender==''){
echo '<h2>
Maaf Data Kurang Lengkap</h2>';
}else{
/*cek jenis kelamin*/
if($gender=='L'){
echo '<h2>
Selamat Datang Bro, '.$nama.' !!</h2>';
}else{
echo '<h2>
Selamat Datang Sis, '.$nama.' !!</h2>';
}
}
}
?>
</center>
</center>
</body>
</html>
kemudian kamu harus buat php webpage baru . oke . ini codingnya. :)
<?php
if(isset($_POST['submit1'])){
$decimal=$_REQUEST['decimal'];
if(isset($_POST['pilih'])){
$pilih=$_REQUEST['pilih'];
}
else{
$pilih='';
}
}
else{
$decimal='';
$pilih='';
}
?>
<html>
<head>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=UTF-8">
<title></title>
<style type="text/css">
#form {
background: url('130131-1366x768.jpg') no-repeat;
}
#tabel1 {
width: 1500px;
height: 400px;
font-size: 20px;
margin: 20px auto;
background:none;
position: center;
}
#submit {
width: 100px;
cursor: pointer;
}
#submit:hover {
background: grey;
}
</style>
</head>
<body id="form">
<center>
<center><font face="algerian" color="Black" size="6">
<b><h1 class="tabel1">Konversi Bilangan !</h1></b>
</font>
<center>
<tr>
<td align ="center">
<!-- Proses Pilih Gender dari file Validator.php -->
<center>
<font face="times new roman" color="black">
<?php
if(isset ($_POST['submit'])){
$nama=$_REQUEST['nama'];
if(isset($_POST['gender'])){
$gender=$_REQUEST['gender'];
}
else{
$gender='';
}
}
if(isset ($_POST['submit'])){
if($nama==''|| $gender==''){// tanda || : OR
echo"<script>
alert('Maaf data kurang lengkap! Isi Nama dan Jenis Kelamin');
document.location.href='Validator.php';
</script>";//menggunakan javascript
}
else{
//cek jenis kelamin
//yang ini pakek petik dua
if($gender=='L'){
echo"<br><h1 class='bayangan'>
Selamat Datang Brother, $nama !!</h1>";
}
else{
echo"<br><h1 class='bayangan'>
Selamat Datang Sister, $nama !!</h1>";
}
//yang ini pakek petik satu
//if($gender=='L'){
// echo '<h2>Selamat Datang Bro, '.$nama.' !!</h2>';
//}
//else{
// echo '<h2>Selamat Datang Sis, '.$nama.' !!</h2>';
//}
//antar petik satu dan dua, model penulisan/script beda, tapi hasilnya sama. Petik dua, gak perlu membedakan antara String dengan Variabel.
}
}
?>
</font>
</center>
</center>
<!-- End proses pilih Gender -->
<p>
<center>
<form action="<?php echo $_SERVER['PHP_SELF']; ?>
"method="POST" name="form1" id="tabel1">
<center>
<font face="times new roman"><h2>
Tulis Nilai Bilangan Desimalnya : </h2>
<input placeholder="bilangan desimal" required="required" type="text" name="decimal" size ="20" value="
<?php echo $decimal ?>"/><br>
<h2>
Pilih Salah Satu Konversi : <br>
<input type="radio" name="pilih" value="B"
<?php ($pilih=="B")? print 'checked=""' : print ''; ?>/>
Biner<br>
<input type="radio" name="pilih" value="H"
<?php ($pilih=="H")? print 'checked=""' : print ''; ?>/>
Hexa<br>
<input type="radio" name="pilih" value="O"
<?php ($pilih=="O")? print 'checked=""' : print ''; ?>/>
Oktal<br>
</h2>
</center>
<center>
<input type="submit" name="submit1" value="Konversikan" id="submit"></center>
</font>
<center>
<font face="times new roman" color="black" >
<?php
if(isset($_POST['submit1'])){//isset : penekanan form
$decimal=$_REQUEST['decimal'];
if(isset($_POST['pilih'])){
$pilih=$_REQUEST['pilih'];
}
else{
$pilih='';
}
}
else{
$decimal='';
$pilih='';
}
if(isset ($_POST['submit1'])){
if($decimal==''|| $pilih==''){
echo"<script>alert('Isi nilai Desimal dan pilih Konversi !')</script>";//menggunakan javascript
}
else{
if($pilih=='B'){
//Konversi ke Biner
if (isset($_POST['decimal'])) {
$decimal = $_POST['decimal'];
$original = $_POST['decimal'];
$binary = '';
if (preg_match('/[^0-9]/',$decimal)) {
die ("Maaf. Inputan salah...");
}
else {
while ($decimal > 0) {
if ($decimal%2 == 0) {
$binary .= 0;
$decimal /= 2;
}
else {
$binary .= 1;
$decimal = ($decimal/2)-0.5;
}
}
$result = strrev($binary);
echo "<br><h2>
Bilangan decimal $original jika dikonversikan dalam Biner hasilnya adalah $result.</h2>";
}
}
else {
}
}
else{
if($pilih=='H'){
//Konversi ke Hexa
if(isset($_POST['decimal'])){
$des=$_POST['decimal'];
$original=$_POST['decimal'];
$hex='';
while ($des>0){
$hasil=$des%16;
switch($hasil){
case 0 : $hex.="0"; break;
case 1 : $hex.="1"; break;
case 2 : $hex.="2"; break;
case 3 : $hex.="3"; break;
case 4 : $hex.="4"; break;
case 5 : $hex.="5"; break;
case 6 : $hex.="6"; break;
case 7 : $hex.="7"; break;
case 8 : $hex.="8"; break;
case 9 : $hex.="9"; break;
case 10: $hex.="A"; break;
case 11: $hex.="B"; break;
case 12: $hex.="C"; break;
case 13: $hex.="D"; break;
case 14: $hex.="E"; break;
case 15: $hex.="F";
default:break;
}
if($des/16==0){
$sisa=($des%16);
$des=$sisa;
}
else{
$sisa=($des/16);
$des=$sisa%16;
}}
$result = strrev($hex);
echo "<br><h2>
Bilangan decimal $original jika dikonversikan dalam Hexadecimal hasilnya adalah $result.</h2>";
}
}
else{
//Konversi ke Oktal
if(isset($_POST['decimal'])){
$des=$_POST['decimal'];
$original=$_POST['decimal'];
$octal='';
while ($des>0){
$hasil=$des%8;
switch($hasil){
case 0 : $octal.="0"; break;
case 1 : $octal.="1"; break;
case 2 : $octal.="2"; break;
case 3 : $octal.="3"; break;
case 4 : $octal.="4"; break;
case 5 : $octal.="5"; break;
case 6 : $octal.="6"; break;
case 7 : $octal.="7";
default:break;
}
if($des/8>0){
$sisa=($des/8);
$des=$sisa%8;
}
else{
$sisa=($des%8);
$des=$sisa;
}}
$result = strrev($octal);
echo "<br><h2>
Bilangan decimal $original jika dikonversikan dalam Oktal hasilnya adalah $result.</h2>";
}
else{
}
}
}
//yang ini pakek petik satu
//if($gender=='L'){
//echo '<h2>Selamat Datang Bro, '.$nama.' !!</h2>';
//}
//else{
//echo '<h2>Selamat Datang Sis, '.$nama.' !!</h2>';
//}
//antar petik satu dan dua, model penulisan/script beda, tapi hasilnya sama. Petik dua, gak perlu membedakan antara String dengan Variabel.
}
}
echo "<h2>
<a href='validasi.php'>RESET</a></h2>";
?>
</center>
</font>
<!-- End proses Konversi -->
</center>
</body>
</html>
SELAMAT DICOBA TEMAN..:)
Jumat, 03 Agustus 2012
Software PHP
klik link berikut, jika ingin mendownloadnya. :)
klik link berikut, jika ingin mendownloadnya. :)
klik link berikut, jika ingin mendownloadnya. :)
silahkan mencoba gan. :D hahahahaha
Rabu, 01 Agustus 2012
Perkembangan PHP
PHP Pertama kali ditemukan pada 1995 oleh seorang Software Developer
bernama Rasmus Lerdrof. Ide awal PHP adalah ketika itu Radmus
ingin mengetahui jumlah pengunjung yang membaca resume onlinenya.
script yang dikembangkan baru dapat melakukan dua pekerjaan,
yakni merekam informasi visitor, dan menampilkan
jumlah pengunjung dari suatu website. Dan sampai sekarang kedua
tugas tersebut masih tetap populer digunakan oleh dunia web
saat ini. Kemudian, dari situ banyak orang di
milis mendiskusikan script buatan Rasmus Lerdrof, hingga akhirnya
rasmus mulai membuat sebuah tool/script, bernama Personal Home Page
(PHP).
Kebutuhan PHP sebagai tool yang serba guna membuat Lerdorf melanjutkan
untuk mengembangkan PHP hingga menjadi suatu bahasa tersendiri
yang mungkin dapat mengkonversikan data yang di inputkan melalui
Form HTML menjadi suatu variable, yang dapat dimanfaatkan oleh
sistem lainnya. Untuk merealisasikannya, akhirnya Lerdrof mencoba
mengembangkan PHP menggunakan bahasa C ketimbang menggunakan
Perl. Tahun 1997, PHP versi 2.0 di rilis, dengan nama Personal
Home Page Form Interpreter (PHP-FI). PHP Semakin popular, dan
semakin diminati oleh programmer web dunia.
Rasmus Lerdrof benar-benar menjadikan PHP sangat populer, dan
banyak sekali Team Developer yang ikut bergabung dengan Lerdrof
untuk mengembangkan PHP hingga menjadi seperti sekarang, Hingga
akhirnya dirilis versi ke 3-nya, pada Juni 1998, dan tercatat lebih
dari 50.000 programmer menggunakan PHP dalam membuat
website dinamis. Pengembangan demi pengembangan terus berlanjut,
ratusan fungsi ditambahkan sebagai fitur dari bahasa PHP, dan
di awaal tahun 1999, netcraft mencatat, ditemukan 1.000.000 situs
di dunia telah menggunakan PHP. Ini membuktikan bahwa
PHP merupakan bahasa yang paling populer digunakan oleh dunia web
development. Hal ini mengagetkan para developernya termasuk Rasmus
sendiri, dan tentunya sangat diluar dugaan sang pembuatnya.
Kemudian Zeev Suraski dan Andi Gutsman selaku core developer
(programmer inti) mencoba untuk menulis ulang PHP Parser,
dan diintegrasikan dengan menggunakan Zend scripting engine,
dan mengubah jalan alur operasi PHP. Dan semua fitur baru tersebut di
rilis dalam PHP 4.
13 Juli 2004, evolusi PHP, PHP telah mengalami banyak sekali perbaikan disegala sisi, dan wajar jika netcraft mengumumkan PHP sebagai bahasa web populer didunia, karena tercatat 19 juta domain telah menggunakan PHP sebagai server side scriptingnya. PHP saat ini telah Mendukung XML dan Web Services, Mendukung SQLite. Tercatat lebih dari 19 juta domain telah menggunakan PHP sebagai server scriptingnya. Benar-benar PHP sangat mengejutkan.
Yang menjadikan PHP berbeda dengan HTML adalah proses dari PHP itu sendiri. HTML merupakan bahasa statis yang apabila kita ingin merubah konten/isinya maka yang harus dilakukan pertama kali nya adalah, membuka file-nya terlebih dahulu, kemudian menambahkan isi kedalam file tersebut. Beda hal nya dengan PHP. Bagi anda yang pernah menggunakan CMS seperti wordpress atau joomla yang dibangun dengan PHP tentunya, ketika akan menambahkan konten kedalam website, anda tinggal masuk kedalam halaman admin, kemudian pilih new artikel untuk membuat halaman/content baru. Artinya hal ini, seorang user tidak berhubungan langsung dengan scriptnya. Sehingga seorang pemula sekalipun dapat menggunakan aplikasi seperti itu.
13 Juli 2004, evolusi PHP, PHP telah mengalami banyak sekali perbaikan disegala sisi, dan wajar jika netcraft mengumumkan PHP sebagai bahasa web populer didunia, karena tercatat 19 juta domain telah menggunakan PHP sebagai server side scriptingnya. PHP saat ini telah Mendukung XML dan Web Services, Mendukung SQLite. Tercatat lebih dari 19 juta domain telah menggunakan PHP sebagai server scriptingnya. Benar-benar PHP sangat mengejutkan.
Yang menjadikan PHP berbeda dengan HTML adalah proses dari PHP itu sendiri. HTML merupakan bahasa statis yang apabila kita ingin merubah konten/isinya maka yang harus dilakukan pertama kali nya adalah, membuka file-nya terlebih dahulu, kemudian menambahkan isi kedalam file tersebut. Beda hal nya dengan PHP. Bagi anda yang pernah menggunakan CMS seperti wordpress atau joomla yang dibangun dengan PHP tentunya, ketika akan menambahkan konten kedalam website, anda tinggal masuk kedalam halaman admin, kemudian pilih new artikel untuk membuat halaman/content baru. Artinya hal ini, seorang user tidak berhubungan langsung dengan scriptnya. Sehingga seorang pemula sekalipun dapat menggunakan aplikasi seperti itu.
Rabu, 25 Juli 2012
Pengertian PHP
PHP adalah singkatan dari "PHP: Hypertext Preprocessor", yang merupakan sebuah bahasa scripting yang terpasang pada HTML. Sebagian besar sintaks mirip dengan bahasa C, Java dan Perl, ditambah beberapa fungsi PHP yang spesifik.
Tujuan utama penggunaan bahasa ini adalah untuk memungkinkan perancang web menulis halaman web dinamik dengan cepat.
Hubungan PHP dengan HTML
Halaman web biasanya disusun dari kode-kode html yang disimpan dalam sebuah file berekstensi .html. File html ini dikirimkan oleh server (atau file) ke browser,
Kemudian
browser menerjemahkan kode-kode tersebut sehingga menghasilkan suatu
tampilan yang indah. Lain halnya dengan program php, program ini harus
diterjemahkan oleh web-server sehingga menghasilkan kode html yang
dikirim ke browser agar dapat ditampilkan. Program ini dapat berdiri
sendiri ataupun
disisipkan di antara kode-kode html sehingga dapat langsung ditampilkan bersama
dengan kode-kode html tersebut.
disisipkan di antara kode-kode html sehingga dapat langsung ditampilkan bersama
dengan kode-kode html tersebut.
Program
php dapat ditambahkan dengan mengapit program tersebut di antara tanda .
Tanda-tanda tersebut biasanya disebut tanda untuk escaping (kabur) dari
kode html. File html yang telah dibubuhi program
php harus diganti ekstensi-nya menjadi .php3 atau php.
php harus diganti ekstensi-nya menjadi .php3 atau php.
PHP merupakan bahasa pemograman web yang bersifat server-side HTML=embedded scripting, di mana script-nya menyatu dengan HTML dan berada si server. Artinya adalah sintaks dan perintah-perintah yang kita berikan akan sepenuhnya dijalankan di server tetapi disertakan HTML biasa. PHP dikenal sebgai
bahasa scripting yang menyatu dengan tag HTML, dieksekusi di server dan digunakan untuk membuat halaman web yang dinamis seperti ASP (Active Server Pages) dan JSP (Java Server Pages).
Sejarah PHP
PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdroft, seorang programmer C. Semula PHP digunakannya untuk menghitung jumlah pengunjung di dalam webnya. Kemudian ia mengeluarkan Personal Home Page Tools versi 1.0 secara gratis. Versi ini pertama kali keluar pada tahun 1995. Isinya adalah sekumpulan script PERL yang
dibuatnya untuk membuat halaman webnya menjadi dinamis. Kemudian pada tahun 1996 ia mengeluarkan PHP versi 2.0 yang kemampuannya telah dapat mengakses database dan dapat terintegrasi dengan HTML.
Pada tahun 1998 tepatnya pada tanggal 6 Juni 1998 keluarlah PHP versi 3.0 yang dikeluarkan oleh Rasmus sendiri bersama kelompok pengembang softwarenya.Versi terbaru, yaitu PHP 4.0 keluar pada tanggal 22 Mei 2000 merupakan versi yang lebih lengkap lagi dibandingkan dengan versi sebelumnya.
Perubahan
yang paling mendasar pada PHP 4.0 adalah terintegrasinya Zend Engine
yang dibuat oleh Zend Suraski dan Andi Gutmans yang merupakan
penyempurnaan dari PHP scripting engine. Yang lainnya adalah build in
HTTP session, tidak lagi menggunakan library tambahan seperti pada PHP.
Tujuan dari bahasa scripting ini adalah untuk membuat aplikasi-aplikasi
yang dijalankan di atas teknologi web.
Dalam hal ini,
aplikasi pada umumnya akan memberikan hasil pada web browser, tetapi prosesnya secara keseluruhan dijalankan web server.
Seluruh aplikasi berbasis web dapat dibuat dengan PHP. Namun kekuatan yang paling utama PHP adalah pada konektivitasnya dengan system database di dalam web. Sistem database yang dapat didukung oleh PHP adalah :
1.Oracle
2.MySQL
3.Sybase
4.PostgreSQL
5.danlainnya
Langganan:
Postingan (Atom)
About Me
assalamualaikum :)
nama lengkap saya "yusuf mei andre siswanto".
mudah-mudahan arsip yang saya buat ini berguna bagi pembaca . amin. :)
wassalamualaikum. :)
mudah-mudahan arsip yang saya buat ini berguna bagi pembaca . amin. :)
wassalamualaikum. :)
